Motivator yang Sukses
berkat
Amal Saleh dan Shalat
Malam
Berjajar :Akh Muwafik Saleh (tengah) bersama mahasiswa asuhnya
Ditengah jajaran daerah perumahan Vila bukit
Tidar RT 06 RW 11, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowok Waru, Kota Malang. Kami berjalan menysuri gang demi gang untuk mencari rumah
motivator Insan Dinami Indonesia. Perjalanan kami berhenti pada A 04-286, disanalah Akh. Muwafik Saleh tinggal. Suasana
diperumahan itu sangat sunyi, lantaran jauh dari hiruk pikuk suara bising
kenalpot. “saya sangat beruntung bisa tinggal disini, suasana seperti ini
membuat saya lebih tenang dan damai dalam menjalani rutinitas ibadah”
ungkapnya.
Dirumah itu Akh. Muwafik Saleh tidak
sendiri, selain ke empat anaknya, ternyata disana juga ada delapan mahasiswa
asuhnya, yang ditampung dirumah pas depan rumahnya dengan tidak meminta uang
bayaran (gratis). Mahasiswa tersebut adalah mahasiswa dengan kondisi ekonomi
kurang mampu.
Ternyata pengalaman kesulitan ekonomi
semasa dia kuliah membuatnya tersentuh dan rasa sosialnya muncul. Dia tidak
ingin mahasiswa tersebut merasakan nasib
yang sama seperti saat dia kuliah dulu. Akhirnya dia menjadikan rumah didepan
rumah yang di diami sekarang sebagai asrama mahasiswa yang diberi nama Rumah
Motivasi-Pesantren mahasiswa At-Tanwir. Tidak hanya itu, selain mereka
(mahasiswa)tinggal dengan gratis, ternyata biaya makan dan kuliah tak luput
dari kata gratis, Akh. Muwafik Saleh dengan modal nekat mengucap Bismillah . “dalam kebaikan, Allah selalu
menyertai dan memberikan jalan mudah” paparnya.
Tidak lama kemudian Akh. Muwafik Saleh
berjalan menuju asrama yang pada mulanya adalah tempat tinggalnya sebelum
menjadi seperti saat ini. Tatapannya seolah menerawang masa silam, saat dirinya
berjuang berjalan melintasi pahitnya cobaan hidup yang selalu menderanya. Akan
tetapi ternyata Akh. Muwafik Saleh menampung mahasiswa yang kurang mampu bukan
hanya pada saat ini. Melainkan sudah bertahun-tahun yang lalu sebelum dirinya
sukses. Dan itupun meniru ibunya yang dulunya juga membiayai anak asuhnya.
Mahasiswa asuhnya itu tidak diberi
tuntutan yang berat-berat, melainkan hanya diwajibkan untuk Shalat malam (Qiyamullail). “itupun bukan untuk
kepentingan saya, melainkan kepntingan jiwa mereka. Shalat malam adalah shalat
yang sudah saya istiqomahkan dari dulu, dari itulah saya selalu mendapatkan
jalan keluar dari setiap masalah yang seketika datang, dan dari itu pula saya
bisa sukses seperti saat ini” selanya, ditengah perbincangan.
Dia melatih para mahsiswa asuhnya agar
bisa mengikuti jejak perjuangnya mencapai kesuksesan. Seperti yang pernah
dilaluinya semasa kuliah, Akh. Muwafik Saleh menganjurkan kepada mahasiswanya
agar belajar mencari uang sendiri. Masa itu adalah masa pada tahun 1992 saat
dia menjadi mahasiswa UB. Maklum, dia pada waktu itu sudah ditinggalkan ayahnya
semenjak kelas 2 SMA. Karena sang Ibu tidak mempunyai pekerjaan tetap dan hanya
mengandalkan uang pensiunan dari suaminya, maka tak heran jika semasa kuliah
dia pernah tinggl di masjid dan jualan untuk menambah uang sakunya.
Selama kurang lebih setahun mahasiswa
yang ditampungnya berada dalam kehidupannya, tidak terasa harus lebih membuat
dirinya harus berjuang dengan sungguh-sungguh. Karena dalam lima hari minimal
beras 25 kilogram yang dihabiskan untuk keperluan makan, lain lagi dengan
kebutuhan yang tak terduga.
Ternyata Akh. Muwafik Saleh mempunyai
prinsip tersendiri dalam mengelola Rumah Motivasi tersebut, yaitu Biyond Rational Goal dimana ketika kita
dalam jalan kebaikan memkirkan hal yang di luar rasional, maka Tuhan akan
memberi jalan yang di luar rasional juga. “pada ranah rasionalnya seharusnya
mereka tinggal di asrama harus bayar, karena ini tidak rasional, Tuhanpun
akhirnya memberikan jalan yang tidak rasional pula. Buktinya saya masih mampu
membiayai mereka” ungkapnya dengan sunggingan senyum yang mengembang.
Selain itu, semenjak dia kehadiran
kedelapan mahasiswa asuhnya itu, bukan malah menghabiskan hartanya, melainkan
banyak undangan hadir mengantri untuk memakai jasanya sebagai motivator. “saya
tidak pernah berpikir akan jatuh melarat lagi dari pengorbanan ini, karena
semakin banyak harta yang dikeluarkan untuk kebaikan akan mengundang
harta-harta lain tanpa kita sadari. Tuhan tidak akan pernah tidur, dan akan
selalu membantu hambanya yang membutuhkan. Itu juga yang akhirnya membuat saya
harus mewajibkan mereka untuk berdzikir, shalat malam, dan melakukan kebaikan
sekecil apapun. Karena kesuksesan saya pada haari ini adalah hasil akumulasi
dari kebaikan-kebaikan kecil di masa lalu ”jelasnya.
Dan gerakan amal saleh yang
dilakukannya tidak berhenti hanya pada mahasiswa yang ditampungnya itu.
Melainkan juga gerakan one person one
book yaitu gerakan yang dilakukan karena melihat banyaknya pesantren
terpencil sebagai lembaga pendidikan
yang tidak tersentuh buku yang akan menambah wawasan para santri. Disini
Akh. Muwafik Saleh mengajak orang lain ikut andil dalam amal salehnya, dimana
setiap orang minimal menyumbang satu buku.
Selanjutnya gerakan yang digagas saat
ini adalah dengan meluncurkan Sekolah Inspirasi pengembangan Diri.dengan
Mengambil tema "Mencetak Generasi dengan Sejuta Karya Keteladanan",
berharap sekolah yang gratis ini mampu menjadi snowballing atau bola salju
untuk menggerakkan terutama generasi muda agar bisa menginsprasi bangsa ini
lebih baik. (RAM)
