Selasa, 03 Desember 2013

Berita Future



Motivator yang Sukses berkat
Amal Saleh dan Shalat Malam

Berjajar :Akh Muwafik Saleh (tengah) bersama mahasiswa asuhnya
 
Ditengah jajaran daerah perumahan Vila bukit Tidar RT 06 RW 11, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowok Waru, Kota Malang. Kami berjalan menysuri gang demi gang untuk mencari rumah motivator Insan Dinami Indonesia. Perjalanan kami berhenti pada A 04-286, disanalah Akh. Muwafik Saleh tinggal. Suasana diperumahan itu sangat sunyi, lantaran jauh dari hiruk pikuk suara bising kenalpot. “saya sangat beruntung bisa tinggal disini, suasana seperti ini membuat saya lebih tenang dan damai dalam menjalani rutinitas ibadah” ungkapnya.
Dirumah itu Akh. Muwafik Saleh tidak sendiri, selain ke empat anaknya, ternyata disana juga ada delapan mahasiswa asuhnya, yang ditampung dirumah pas depan rumahnya dengan tidak meminta uang bayaran (gratis). Mahasiswa tersebut adalah mahasiswa dengan kondisi ekonomi kurang mampu.
Ternyata pengalaman kesulitan ekonomi semasa dia kuliah membuatnya tersentuh dan rasa sosialnya muncul. Dia tidak ingin mahasiswa tersebut merasakan  nasib yang sama seperti saat dia kuliah dulu. Akhirnya dia menjadikan rumah didepan rumah yang di diami sekarang sebagai asrama mahasiswa yang diberi nama Rumah Motivasi-Pesantren mahasiswa At-Tanwir. Tidak hanya itu, selain mereka (mahasiswa)tinggal dengan gratis, ternyata biaya makan dan kuliah tak luput dari kata gratis, Akh. Muwafik Saleh dengan modal nekat mengucap Bismillah . “dalam kebaikan, Allah selalu menyertai dan memberikan jalan mudah” paparnya.
Tidak lama kemudian Akh. Muwafik Saleh berjalan menuju asrama yang pada mulanya adalah tempat tinggalnya sebelum menjadi seperti saat ini. Tatapannya seolah menerawang masa silam, saat dirinya berjuang berjalan melintasi pahitnya cobaan hidup yang selalu menderanya. Akan tetapi ternyata Akh. Muwafik Saleh menampung mahasiswa yang kurang mampu bukan hanya pada saat ini. Melainkan sudah bertahun-tahun yang lalu sebelum dirinya sukses. Dan itupun meniru ibunya yang dulunya juga membiayai anak asuhnya.

Mahasiswa asuhnya itu tidak diberi tuntutan yang berat-berat, melainkan hanya diwajibkan untuk Shalat malam (Qiyamullail). “itupun bukan untuk kepentingan saya, melainkan kepntingan jiwa mereka. Shalat malam adalah shalat yang sudah saya istiqomahkan dari dulu, dari itulah saya selalu mendapatkan jalan keluar dari setiap masalah yang seketika datang, dan dari itu pula saya bisa sukses seperti saat ini” selanya, ditengah perbincangan.
Dia melatih para mahsiswa asuhnya agar bisa mengikuti jejak perjuangnya mencapai kesuksesan. Seperti yang pernah dilaluinya semasa kuliah, Akh. Muwafik Saleh menganjurkan kepada mahasiswanya agar belajar mencari uang sendiri. Masa itu adalah masa pada tahun 1992 saat dia menjadi mahasiswa UB. Maklum, dia pada waktu itu sudah ditinggalkan ayahnya semenjak kelas 2 SMA. Karena sang Ibu tidak mempunyai pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan uang pensiunan dari suaminya, maka tak heran jika semasa kuliah dia pernah tinggl di masjid dan jualan untuk menambah uang sakunya.
Selama kurang lebih setahun mahasiswa yang ditampungnya berada dalam kehidupannya, tidak terasa harus lebih membuat dirinya harus berjuang dengan sungguh-sungguh. Karena dalam lima hari minimal beras 25 kilogram yang dihabiskan untuk keperluan makan, lain lagi dengan kebutuhan yang tak terduga.
Ternyata Akh. Muwafik Saleh mempunyai prinsip tersendiri dalam mengelola Rumah Motivasi tersebut, yaitu Biyond Rational Goal dimana ketika kita dalam jalan kebaikan memkirkan hal yang di luar rasional, maka Tuhan akan memberi jalan yang di luar rasional juga. “pada ranah rasionalnya seharusnya mereka tinggal di asrama harus bayar, karena ini tidak rasional, Tuhanpun akhirnya memberikan jalan yang tidak rasional pula. Buktinya saya masih mampu membiayai mereka” ungkapnya dengan sunggingan senyum yang mengembang.
Selain itu, semenjak dia kehadiran kedelapan mahasiswa asuhnya itu, bukan malah menghabiskan hartanya, melainkan banyak undangan hadir mengantri untuk memakai jasanya sebagai motivator. “saya tidak pernah berpikir akan jatuh melarat lagi dari pengorbanan ini, karena semakin banyak harta yang dikeluarkan untuk kebaikan akan mengundang harta-harta lain tanpa kita sadari. Tuhan tidak akan pernah tidur, dan akan selalu membantu hambanya yang membutuhkan. Itu juga yang akhirnya membuat saya harus mewajibkan mereka untuk berdzikir, shalat malam, dan melakukan kebaikan sekecil apapun. Karena kesuksesan saya pada haari ini adalah hasil akumulasi dari kebaikan-kebaikan kecil di masa lalu ”jelasnya.
Dan gerakan amal saleh yang dilakukannya tidak berhenti hanya pada mahasiswa yang ditampungnya itu. Melainkan juga gerakan one person one book yaitu gerakan yang dilakukan karena melihat banyaknya pesantren terpencil sebagai lembaga pendidikan  yang tidak tersentuh buku yang akan menambah wawasan para santri. Disini Akh. Muwafik Saleh mengajak orang lain ikut andil dalam amal salehnya, dimana setiap orang minimal menyumbang satu buku.
Selanjutnya gerakan yang digagas saat ini adalah dengan meluncurkan Sekolah Inspirasi pengembangan Diri.dengan Mengambil tema "Mencetak Generasi dengan Sejuta Karya Keteladanan", berharap sekolah yang gratis ini mampu menjadi snowballing atau bola salju untuk menggerakkan terutama generasi muda agar bisa menginsprasi bangsa ini lebih baik. (RAM)
 

0 komentar:

Posting Komentar